Kalau dulu orang langsung mikir ruko atau mall ketika dengar “properti komersial”, sekarang polanya udah berubah. Investor mulai lirik kawasan industri dan pergudangan di pinggiran kota besar. Laporan Colliers aja nunjukin kenaikan permintaan gudang modern sampai 25% tahun lalu. Apa sih yang bikin mereka menarik?
Dua Faktor Utama yang Bikin Gudang & Kawasan Industri Laris
Pertama, boom e-commerce selama 3 tahun terakhir bikin kebutuhan ruang penyimpanan meledak. Gudang dekat Jakarta udah pada penuh, akhirnya merembet ke Bekasi, Karawang, bahkan Cikarang. Bayangin aja, daerah Cikarang sekarang punya lebih dari 150 gudang dengan rata-rata ukuran 5.000 meter persegi!
Kedua, harga tanahnya masih jauh lebih murah ketimbang properti komersial di dalam kota. Buat developer, ROI-nya bisa lebih cepat karena biaya pembangunannya lebih rendah. Nggak perlu basement mahal atau interior mewah kayak mall.
Yang lucu, beberapa developer udah mulai pakai istilah “logistics real estate” biar kesannya lebih high-end. Padahal ya tetep aja gudang, cuma desainnya lebih modern pake atap tinggi buat forklift dan sistem rak otomatis.
Jangan kaget kalo dalam 2-3 tahun ke depan laporan keuangan perusahaan-perusahaan properti bakal nunjukin porsi pendapatan dari segmen ini naik signifikan. Emang udah jadi tren global juga sih, bukan cuma di Indonesia. Tapi tetap ada risiko yang harus diperhatiin…
Pasar bisa jenuh kalo semua developer pada bangun gudang di area yang sama. Kasus di Karawang udah mulai keliatan, beberapa gudang baru sewaannya stagnan di angka 70-80% occupancy. Belum lagi persaingan harga sewa yang mulai ketat.
Tapi yang pasti, properti jenis ini cocok buat investor yang cari passive income stabil. Kontrak sewanya biasanya panjang (3-5 tahun) dengan tenant korporat yang relatif lebih terjamin pembayarannya ketimbang penyewa ruko kecil.
Jadi, masih mikir properti komersial cuma mall dan ruko? Mungkin udah waktunya lirik gudang dan kawasan industri. Atau nunggu bubble-nya pecah dulu? Hehe.
Leave a Reply