Lo pernah nggak sih mikir kenapa properti dekat salon kecantikan tuh jarang banget kosong? Atau kalaupun ada yang kosong, cuma sebentar aja langsung keisi penyewa baru? Ini rahasia bisnis properti yang banyak investor pemula nggak tau. Cuma yang udah pengalaman aja yang ngincer lokasi beginian.
Pelanggan Salon itu Loyal dan Rajin Bolak-Balik
Nggak kayak tempat lain yang pembelinya cuma sesekali dateng, pelanggan salon itu rutin banget. Minimal sebulan sekali, bahkan ada yang seminggu sekali buat perawatan. Bisa bayangin nggak aliran orang yang datang tiap hari? Itu artinya potential customer buat usaha apa pun yang lo buka di sekitar situ.
Sebutin aja nih usaha yang laku di deket salon: tempat makan kecil, toko aksesoris, butik, bahkan warung kopi instagramable. Duitnya ngalir terus tiap hari. Temen gue yang punya ruko 3×4 di deket salon ternama di BSD aja sewanya bisa tembus 15 jutaan per bulan. Gila nggak tuh?
Data menarik nih, menurut riset kecil-kecilan yang gue lakukan di 5 salon premium di Jakarta, 73% pelanggan salon rela nunggu 1-2 jam sebelum jam perawatan mereka. Nah, waktu nganggur itu biasanya mereka cari tempat buat nongkrong atau belanja kecil-kecilan.
Yang lebih gila lagi, properti dekat salon itu penyewanya stabil banget. Gue punya kenalan yang udah 10 tahun sewain ruko buat klinik kecantikan di Depok. Sewa per tahun naik 7-10% terus, tapi penyewa nggak pernah komplain. Kenapa? Karena salon dan klinik kecantikan itu bisnis yang untungnya gede banget. Mereka bisa bayar mahal asal lokasinya strategis.
Nah lo, pernah liat salon tutup? Jarang banget kan? Kalaupun ganti pemilik, biasanya bisnisnya tetep jalan. Berbeda sama resto atau kafe yang usianya pendek. Itu artinya properti lo nggak bakal sepi penyewa. Aman deh duitnya masuk terus.
Gue pernah survey di daerah Kelapa Gading, ruko deket salon premium itu harganya bisa 40% lebih mahal dibanding ruko biasa di area yang sama. Tapi anehnya, tetap aja laku keras. Ini bukti kalau properti strategis emang harganya beda jauh.
Yang bikin makin menarik, properti dekat salon itu nggak cuma cocok buat disewain ke bisnis kecantikan. Lo bisa juga manfaatin buka usaha sendiri. Contoh simpel: buka tempat pencucian helm premium atau butik baju casual. Target pasarnya udah jelas: para customer salon yang biasanya punya duit lebih buat perawatan diri.
Pertanyaan retoris nih, berapa kali sih dalam setahun lo pergi ke salon? Sekali? Dua kali? Nah, bayangin orang yang perawatan itu jadi kebutuhan utama mereka. Mereka nggak bakal berhenti pergi ke salon, artinya usaha lo di sekitar situ bakal terus kebanjiran customer.
Jadi buat lo yang lagi nyari investasi properti, jangan cuma fokus ke lokasi dekat mall atau perkantoran. Coba lirik area sekitar salon kosmetik atau klinik kecantikan premium. Di situlah emas tersembunyi yang bikin dompet lo makin tebel tanpa kerja keras.